Pengertian Saham Biasa
(Common Stock)
Saham
Biasa adalah suatu sertifikat atau piagam yang memiliki fungsi sebagai bukti
pemilikan suatu perusahaan dengan berbagai aspek-aspek penting bagi perusahaan.
Pemilik saham akan mendapatkan hak untuk menerima sebagaian pendapatan tetap /
deviden dari perusahaan serta kewajiban menanggung resiko kerugian yang
diderita perusahaan.
Orang
yang memiliki saham suatu perusahaan memiliki hak untuk ambil bagian dalam
mengelola perusahaan sesuai dengan hak suara yang dimilikinya berdasarkan besar
kecil saham yang dipunyai. Semakin banyak prosentase saham yang dimiliki maka
semakin besar hak suara yang dimiliki untuk mengontrol operasional perusahaan.
Menentukan Nilai Wajar
dari Saham Biasa
Sebelum
melakukan valuasi, coba buat dulu profil dari perusahaan tersebut seperti di
bawah ini:
Pertama-tama
kita harus menentukan dahulu pertumbuhan (growth) EPS (Earning per Share)
selama paling tidak 5 tahun ke belakang. Dalam menentukan berapakah proyeksi
pertumbuhan EPS selama 5 tahun ke depan, ikuti langkah berikut:
§
Jika rata-rata
pertumbuhan EPS perusahaan 5 tahun ke belakang lebih besar dari 15%, maka
proyeksi pertumbuhan EPS 5 tahun ke depan adalah 15%. Mengapa menentukan
proyeksi EPS 15%? Sangat sedikit perusahaan yang mampu mempertahankan
pertumbuhan EPS di atas 15% per tahun secara kontinyu. Oleh karena itu
sebaiknya kita proyeksikan pertumbuhan EPS selama 5 tahun ke depan adalah 15%.
§
Jika pertumbuhan EPS
perusahaan 5 tahun ke belakang lebih kecil dari 15%, maka proyeksi pertumbuhan
EPS 5 tahun ke depan adalah 10%.
Terlihat
bahwa pertumbuhan EPS rata-rata Unilever adalah 16.94% per tahun. Oleh karena
itu kita tentukan proyeksi pertumbuhan EPS 5 tahun ke depan adalah 15% per
tahun.
Setelah
itu kita tentukan proyeksi rasio P/E (Price to Earning) untuk 5 tahun ke depan.
Untuk memproyeksi P/E Unilever 5 tahun ke depan, kita dapat menggunakan langkah
mudah berikut:
§
Jika P/E lebih dari
20, gunakan proyeksi P/E 17
§
Jika P/E kurang dari
20, gunakan proyeksi P/E 12
Saat
ini berdasarkan data kuartal III dapat diperkirakan P/E Unilever adalah 21.9
(> 20). Dengan demikian kita tentukan proyeksi P/E 5 tahun ke depan adalah
sebesar 17.
Setelah
menentukan proyeksi pertumbuhan EPS dan P/E, mari kita mulai proses valuasinya.
LANGKAH
1: Menghitung EPS 5 tahun ke depan
berdasarkan proyeksi pertumbuhan 15%
Menentukan
besar EPS 5 tahun ke depan berdasarkan proyeksi pertumbuhan EPS (15%). Mari
kita perhatikan tabel perhitungan besar EPS 5 tahun ke depan di bawah ini:
Kita
mendapatkan proyeksi EPS r tahun ke depan (akhir tahun 2013) adalah sebesar 718
rupiah.
LANGKAH
2: Mengalikan proyeksi P/E dengan proyeksi EPS pada tahun ke-5 (tahun 2013)
Karena
proyeksi P/E yang kita gunakan adalah 17, maka dengan mengalikan EPSsaham
Unilever maka pada akhir tahun ke-5 (akhir tahun 2009) dengan proyeksi P/E
(17), saham Unilever akan diperdagangkan pada harga 12,207 rupiah per lembar.
LANGKAH
3: Menghitung laba yang dibayarkan sebagai dividen
Berdasarkan
laporan keuangan yang lalu, didapatkan bahwa porsi keuntungan yang diberikan
Unilever sebagai dividen adalah 60.22%. Angka ini disebut juga dengan dividen
payout ratio. Dengan menjumlahkan EPS selama 5 tahun ke depan kita mendapatkan
jumlah EPS adalah 2,768 rupiah per lembar saham (411 + 472 + 543 + 624 + 718 =
2,768). Dengan mengalikan jumlah EPS tersebut dengan dividen payout ratio
sebesar 60.22%, kita memproyeksikan total dividen yang akan kita terima selama
5 tahun ke depan adalah sebesar 1,667 rupiah per lembar saham (2,768 x 60.22% =
1,667).
Sebagai
catatan, nilai dividen payout ratio Unilever ini sangat tinggi. Hal tersebut
wajar karena Unilever merupakan perusahaan yang sudah mature dan tidak terlalu
agresif berekspansi.
LANGKAH
4: Menghitung harga saham total
Dengan
menambahkan proyeksi harga saham 5 tahun ke depan dengan jumlah dividen yang
kita terima dalam kurun waktu tersebut, kita mendapatkan harga saham total
Unilever 5 tahun ke depan adalah 13,875 per lembar (12,207 + 1,667 = 13,875
–> dengan pembulatan). Apakah perhitungan kita sudah selesai? Belum. Harga
yang kita dapatkan tersebut adalah harga 5 tahun ke depan. Kita harus
mengetahui berapa harga wajar yang pantas kita bayarkan saat ini untuk
mendapatkan return yang bagus terhadap investasi kita.
LANGKAH
5: Menentukan berapa harga yang pantas dibayarkan untuk mendapatkan return yang
layak
Jika
kita memasukkan uang kita dalam deposito, berapakah return per tahun yang akan
kita dapatkan? Saat ini kita akan memperoleh return dari deposito sekitar 8-9%
per tahun. Karena kita ingin berinvestasi di saham, tentu saja kita menuntut
return yang lebih tinggi dari itu karena kita telah mengambil risiko yang lebih
tinggi. Kelebihan return tersebut dinamakan risk premium. Di AS, risk premium
rata-rata adalah 4.91%. Untuk Indonesia terdapat tambahan country risk
premium sebesar 5.25%. Jadi total risk premium yang akan kita gunakan adalah
10.16.Dengan menambahkan total risk premium (10.61%) dengan suku bunga deposito
(8%), maka return yang layak untuk berinvestasi di saham adalah sebesar 18.61%
per tahun.
Kita
telah mengetahui bahwa saham Unilever akan diperdagangkan di harga 13,875 untuk
5 tahun ke depan. Berapakah harga yang patut kita bayarkan untuk selembar saham
Unilever saat ini untuk memperoleh return 18.61% per tahun?
Untuk
menentukan harga yang pantas, maka kita harus membagi harga pada akhir tahun
ke-5 tersebut (13,875) dengan 1.1861 tiap tahunnya selama 5 tahun.
Terlihat
bahwa harga yang pantas kita bayarkan untuk selembar saham Unilever adalah 6,023.
Saat ini saham Unilever diperdagangkan di harga 7,600 per lembar.
Perhatikan
bahwa jika kita menginginkan return hanya 15% per tahun, maka harga tertinggi
yang pantas kita bayarkan adalah 6,898. Mari kita perhatikan berapa harga
tertinggi yang pantas untuk saham tersebut jika kita menginginkan return yang
berbeda.
Terlihat
bahwa jika kita bersedia membayar harga yang lebih tinggi untuk suatu saham,
semakin kecil return yang akan kita terima. Oleh karena itulah investor
yang baik biasanya sangat sabar menunggu harga yang murah untuk mulai
berinvestasi Investor jenis ini tidak akan gegabah membeli saham
tanpa memperhitungkan harga wajarnya.
Pendekatan Penilaian Saham
Ada
2 pendekatan untuk menghitung nilai intrinsik saham, yaitu:
1. AnalisisFundamental
Harga
saham akan dipengaruhi oleh kinerja perusahaan Menggunakan data fundamental
(data keuangan perusahaan)
2. AnalisisTeknikal
Harga
saham ditentukan oleh penawaran dan permintaan terhadap saham Menggunakan data
pasardari saham.
·
Analisis
Fundamental
Ada
2 pendekatan untuk menghitung nilai intrinsik saham, yaitu:
1.
Pendekatannilai sekarang (present value approach )
Pendekatan
ini juga disebut pendekatan kapitalisasi laba karena melibatkan nilai-nilai
masa depan yang didiskontokan menjadi
nilai sekarang.
2.
PendekatanPER ( P/E ratio approach )
PER
menunjukkan rasio dari harga saham terhadap earnings . Rasio ini menunjukkan
berapa besar investor manilai harga dari saham terhadap kelipatan dari earnings
.
·
Pendekatan
Nilai Sekarang
Nilai
saham dapat ditentukandengan mendiskontokannilai arus kas, earnings , dan
dividen. Dividen dapat dianggap sebagai arus kas yang diterima oleh
investor.Jika menggunakan dividen sebagai arus kasyang diterima investor, maka dinamakan
model diskonto dividen .




Tidak ada komentar:
Posting Komentar