Minggu, 23 Juni 2013

KAPITALISASI

Pengertian kapitalisasi terbagi kedalam dua pengertian yaitu :
1.      Menunjukan jumlah securities yang beredar (saham dan obligasi)
2.      Menunjukan jumlah modal yang digunakan dalm perusahaan dan modal tersebut dalm bentuk moda saham, surplus dan utang jangka panjang lainya.
·         Teori-teori kapitalisasi
Teori kapitalisasi terbagi ke dalam dua golongan, yaitu :
1.      Berdasarkan pendapatan atau earning
Niali suatu perusahaan dapat ditentukan berdasarkan pendapatan yang didapatka setiap tahunya dikalikan dengan multiplayer tertentu.
2.      Berdasarkan pengeluaran atau cost
Kapitalisasi perusahaan didasarkan pada cost dari fixed capital yang digunakan dalam suatu perusahaan.

·         Over dan under capitalization
·         Over capitalization
Over capitalization akan terjadi apabila :
1.      Earning tidak cukup besar untuk mendapatkan fair of return dari jumlah modal yang di investasikan , atau dengan kata lain average rate of return lebih kecil dari pada fair rate of return.
2.      Jumlah nilai securities yang ada di dalam peredaran lebih besar daripada nilai riil dibandingkan dengan  nilai assetnya.

·         Under capitalization
Under capitalization terjadi apabila :
1.      Average rate of return dari perusahaan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rate of return dari modal yang diinvestasikan dalam perusahaan yang sejenis lainya.
2.      Jumlah nilai security yang tercantum dalam nereca jauh lebih kecil daripada nilai riil daripada assetnya.

·         Cara mengatasi over dan under capitalization
Over capitalization dapat diatasi dengan cara mengurangi jumlah nilai nominal modal saham atau mengurangi jumlah lembar saham yang beredar.
Under capitalisasi dapat diatasi dengan cara mengadakan stock splits, yaitu pemecahan jumlah lembar saham menjadi jumlah lembar yang lebih banyak dengan pengurangan harga nominal per lembar secara proporsional dan stock devident, yaitu pembayaran devident dalam bentuk saham dan bukan dalam bentuk kas.

·         Struktur modal (capital structure) mempunyai pengertian yang berbeda dengan
struktur keuangan (financial structure). Struktur modal hanya merupakan bagian dari
struktur keuangan.
Menurut Sawir (2005: 10) Struktur keuangan adalah bagaimana cara perusahaan mendanai aktivanya. Aktiva perusahaan didanai dengan hutang jangka  pendek, jangka panjang, dan modal pemegang saham, sehingga seluruh sisi aktiva dari neraca memperlihatkan struktur keuangan. Sedangkan struktur modal adalah pendanaan permanen yang terdiri dari hutang jangka panjang, saham preferen, dan modal pemegang saham. Nilai buku dari modal pemegang saham terdiri dari saham biasa, modal disetor atau surplus modal dan akumulasi laba ditahan. Struktur modal merupakan bagian dari struktur keuangan.
Menurut Riyanto (2001: 22) struktur modal adalah pembelanjaan permanen dimana mencerminkan perimbangan antara hutang jangka panjang dengan modal sendiri. Struktur modal tercermin pada hutang jangka panjang dengan unsur-unsur modal sendiri.
Menurut Brigham & Weston (2005: 150) struktur modal adalah pembelanjaan permanen yang mencerminkan perimbangan antara hutang jangka panjang dan ekuitas. Struktur modal yang optimal adalah gabungan dari hutang dan ekuitas yang memaksimalkan harga saham perusahaan. Penggunaan besarnya proporsi hutang dalam struktur modal dapat diamati lewat rasio Leverage. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi segala kewajiban finansialnya. Dengan kata lain bahwa rasio leverage ini mengukur kemampuan perusahaan dalamemenuhi
semua hutang jangka pendek dan jangka panjangnya yang dapat diukur melalui Debt EquityRatio/DER dan Debt Ratio/DR. Debt EquityRatio/DER adalah perbandingan
utang dan ekuitas dalam pendanaan perusahaan dan menunjukkan kemampuan modal
sendiri perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya. Debt Ratio/DR Rasio adalah  proporsi antara kewajiban yang dimiliki seluruh kekayaan yang dimiliki. Semakin tinggi presentasenya cenderung semakin besar resiko keuangan bagi kreditor maupun pemegang saham..
Menurut Warsono (2003: 236) struktur modal perusahaan secara umum terdiri
atas tiga komponen, yaitu:
1. Hutang Jangka Panjang (LongtermDebt)
Hutang jangka panjang adalah hutang yang masa jatuh tempo pelunasannya lebih dari 1 (satu) tahun. Komponen modal jangka panjang yang berasal dari hutang biasanya terdiri dari: hutang hipotek (mortgage), obligasi (bond), dan bentuk hutang jangka panjang lainnya.
2. Saham Preferen (Preffered Stock)
Saham preferen adalah bentuk komponen modal jangka panjang yang merupakan kombinasi antara modal sendiri (saham biasa) dan hutang jangka panjang. Saham preferen biasanya dimasukkan dalam modal sendiri atau ekuitas.
3.  Saham Biasa (Common Stock)
Saham biasa adalah bentuk komponen modal jangka panjang yang ditanamkan oleh para investor, yang pemegangnya memiliki klaim atas laba dan kekayaan perusahaan
.Faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal
Struktur modal dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini :
1.      Tingkat bunga,
2.      Stabilitas daripada earning,
3.      Susunan dari aktiva,
4.      Kadar resiko aktiva,
5.      Besarnya modal yang dibutuhkan,
6.      Keadaan pasar modal,
7.      Sifat management, dan
8.      Besarnya perusahaan.


5 komentar: