Pengertian kapitalisasi terbagi kedalam dua pengertian yaitu :
1. Menunjukan jumlah securities yang beredar (saham dan obligasi)
2. Menunjukan jumlah modal yang digunakan dalm perusahaan dan modal tersebut
dalm bentuk moda saham, surplus dan utang jangka panjang lainya.
·
Teori-teori kapitalisasi
Teori kapitalisasi terbagi ke dalam dua golongan, yaitu :
1. Berdasarkan pendapatan
atau earning
Niali suatu perusahaan
dapat ditentukan berdasarkan pendapatan yang didapatka setiap tahunya dikalikan
dengan multiplayer tertentu.
2. Berdasarkan
pengeluaran atau cost
Kapitalisasi
perusahaan didasarkan pada cost dari fixed capital yang digunakan dalam suatu
perusahaan.
· Over dan under capitalization
·
Over capitalization
Over capitalization
akan terjadi apabila :
1. Earning tidak cukup
besar untuk mendapatkan fair of return dari jumlah modal yang di investasikan ,
atau dengan kata lain average rate of return lebih kecil dari pada fair rate of
return.
2. Jumlah nilai securities
yang ada di dalam peredaran lebih besar daripada nilai riil dibandingkan
dengan nilai assetnya.
·
Under capitalization
Under capitalization
terjadi apabila :
1. Average rate of return
dari perusahaan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rate of return
dari modal yang diinvestasikan dalam perusahaan yang sejenis lainya.
2. Jumlah nilai security
yang tercantum dalam nereca jauh lebih kecil daripada nilai riil daripada
assetnya.
·
Cara mengatasi over dan under
capitalization
Over capitalization dapat diatasi dengan
cara mengurangi jumlah nilai nominal modal saham atau mengurangi jumlah lembar
saham yang beredar.
Under capitalisasi dapat diatasi dengan
cara mengadakan stock splits, yaitu pemecahan jumlah lembar saham menjadi
jumlah lembar yang lebih banyak dengan pengurangan harga nominal per lembar
secara proporsional dan stock devident, yaitu pembayaran devident dalam bentuk
saham dan bukan dalam bentuk kas.
· Struktur modal (capital structure) mempunyai pengertian yang berbeda dengan
struktur keuangan (financial structure). Struktur modal hanya merupakan
bagian dari
struktur keuangan.
Menurut Sawir (2005: 10) Struktur
keuangan adalah bagaimana cara perusahaan mendanai aktivanya. Aktiva perusahaan
didanai dengan hutang jangka pendek,
jangka panjang, dan modal pemegang saham, sehingga seluruh sisi aktiva dari
neraca memperlihatkan struktur keuangan. Sedangkan struktur modal adalah pendanaan
permanen yang terdiri dari hutang jangka panjang, saham preferen, dan modal
pemegang saham. Nilai buku dari modal pemegang saham terdiri dari saham biasa,
modal disetor atau surplus modal dan akumulasi laba ditahan. Struktur modal
merupakan bagian dari struktur keuangan.
Menurut Riyanto (2001: 22) struktur
modal adalah pembelanjaan permanen dimana mencerminkan perimbangan antara
hutang jangka panjang dengan modal sendiri. Struktur modal tercermin pada
hutang jangka panjang dengan unsur-unsur modal sendiri.
Menurut Brigham & Weston (2005: 150)
struktur modal adalah pembelanjaan permanen yang mencerminkan perimbangan
antara hutang jangka panjang dan ekuitas. Struktur modal yang optimal adalah
gabungan dari hutang dan ekuitas yang memaksimalkan harga saham perusahaan.
Penggunaan besarnya proporsi hutang dalam struktur modal dapat diamati lewat
rasio Leverage. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi
segala kewajiban finansialnya. Dengan kata lain bahwa rasio leverage ini mengukur
kemampuan perusahaan dalamemenuhi
semua hutang jangka pendek dan jangka panjangnya yang
dapat diukur melalui Debt EquityRatio/DER dan Debt Ratio/DR. Debt
EquityRatio/DER adalah perbandingan
utang dan ekuitas dalam pendanaan perusahaan dan
menunjukkan kemampuan modal
sendiri perusahaan untuk memenuhi seluruh
kewajibannya. Debt Ratio/DR Rasio adalah
proporsi antara kewajiban yang dimiliki seluruh kekayaan yang dimiliki.
Semakin tinggi presentasenya cenderung semakin besar resiko keuangan bagi
kreditor maupun pemegang saham..
Menurut Warsono (2003: 236) struktur
modal perusahaan secara umum terdiri
atas tiga komponen, yaitu:
1. Hutang Jangka Panjang (LongtermDebt)
Hutang jangka panjang adalah hutang yang
masa jatuh tempo pelunasannya lebih dari 1 (satu) tahun. Komponen modal jangka
panjang yang berasal dari hutang biasanya terdiri dari: hutang hipotek
(mortgage), obligasi (bond), dan bentuk hutang jangka panjang lainnya.
2. Saham Preferen (Preffered Stock)
Saham preferen adalah bentuk komponen
modal jangka panjang yang merupakan kombinasi antara modal sendiri (saham
biasa) dan hutang jangka panjang. Saham preferen biasanya dimasukkan dalam
modal sendiri atau ekuitas.
3.
Saham Biasa (Common Stock)
Saham biasa adalah bentuk komponen modal
jangka panjang yang ditanamkan oleh para investor, yang pemegangnya memiliki
klaim atas laba dan kekayaan perusahaan
.Faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal
Struktur modal
dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini :
1. Tingkat bunga,
2. Stabilitas daripada
earning,
3. Susunan dari aktiva,
4. Kadar resiko aktiva,
5. Besarnya modal yang
dibutuhkan,
6. Keadaan pasar modal,
7. Sifat management, dan
8. Besarnya perusahaan.
mksih
BalasHapusThank's.. Boeleh minta dattaya gak ?
BalasHapusBsa donlot gk min ?
BalasHapuskok arti kapitalisasinya beda ya sama di sini: http://apaitu.web.id/kapitaliasi
BalasHapuskok arti kapitalisasinya beda ya sama di sini: http://apaitu.web.id/kapitaliasi
BalasHapus